POHUWATO – Kegiatan Normalisasi di Desa Bulangita dan Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, hingga saat ini masih terus berlanjut.
Hingga awal Juni 2026, Tim Normalisasi masih konsisten melakukan pengerukan sungai dan drainase yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan menggunakan Alat Eksavator Rawa.
Tidak hanya Alat Rawa, pantauan di lapangan pada Sabtu (6/6/2026), sedikitnya enam unit ekskavator dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi di Desa Bulangita.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Tim Normalisasi dan pelaku usaha di wilayah Bulangita-Teratai sebagai langkah nyata dalam mengurangi risiko banjir yang menjadi keluhan masyarakat.
Tim Normalisasi, Samin Idji, menjelaskan bahwa pekerjaan ini telah berlangsung selama sekitar dua bulan. Program normalisasi diawali dari Desa Palopo sebelum akhirnya difokuskan ke Desa Teratai dan Bulangita.
“Sudah sekitar dua bulan berlangsung. Awalnya kami mulai dari Desa Palopo dan alhamdulillah pekerjaan di sana sudah tembus. Saat ini kami kembali memfokuskan pekerjaan di Desa Teratai dan Bulangita hingga benar-benar tuntas,” ujar Samin.
Menurutnya, normalisasi tidak hanya bertujuan memperlancar aliran sungai, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meminimalkan dampak banjir yang kerap mengancam permukiman warga setiap musim penghujan.
Komitmen Tim Normalisasi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Bulangita, Apin, mengaku mengapresiasi kerja keras tim yang hingga kini terus melakukan pengerukan tanpa henti.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti di tengah jalan dan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau bagi kami tentu sangat mendukung selama ini untuk kepentingan masyarakat. Memang normalisasi seperti ini harus dilakukan dalam jangka panjang supaya hasilnya maksimal dan masalah banjir bisa benar-benar teratasi,” ungkap Apin.
Dengan terus berjalannya proses normalisasi, masyarakat Bulangita dan Teratai kini menaruh harapan besar agar ancaman banjir yang selama ini menghantui dua desa tersebut dapat berkurang secara signifikan, sehingga aktivitas warga bisa berlangsung lebih aman dan nyaman.














Leave a Reply
View Comments