PETI Botudulanga Diduga Merajalela, Daeng Baba Miliki 8 Alat Eskavator Merek Cobelco dan Tidak Takut Polisi

 

POHUWATO, GERAK – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, kembali menjadi sorotan. Aktivitas tambang menggunakan alat berat diduga berdampak terhadap lingkungan dan mengancam sumber penghidupan masyarakat, termasuk petani di sekitar kawasan tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar dan di himpun oleh Satgas PW investigasi bahwa menyebut adanya dugaan penguasaan aktivitas PETI oleh pihak tertentu serta penggunaan beberapa unit excavator.

Salah satu pemberitaan bahkan menyebut nama Daeng Baba dan dugaan keberadaan delapan unit alat berat. Namun, kepemilikan alat berat dan keterlibatan pihak tertentu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum, daeng baba juga tidak takut dengan polisi polres Pohuwato.

Baca Juga :  Pastikan Catatan BPK Sudah Tuntas, KONI Provinsi Fokus Musorcab Kabupaten Gorontalo 

Menurut Satgas Kondisi Botudulanga bukan persoalan baru. Aktivitas pertambangan dengan menggunakan excavator telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Laporan sebelumnya juga mencatat adanya alat berat yang ditemukan di lokasi PETI.

Dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan menjadi perhatian serius. Kawasan Botudulanga merupakan wilayah aliran sungai yang telah lama menjadi lokasi pertambangan dari luar mencari keuntungan sendiri.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Dampak Tambang, Ka Ari Sudah Terima Hak dan  Manfaat

Aktivitas penggalian menggunakan alat berat berpotensi mengubah bentang alam dan memengaruhi aliran air apabila tidak dikendalikan.

Persoalan ini kini kembali memunculkan pertanyaan publik: siapa sebenarnya pemilik dan pengendali alat berat yang beroperasi di kawasan PETI Botudulanga?
Jika benar aktivitas tambang telah berdampak pada sumber air, lahan pertanian dan lingkungan sekitar, masyarakat meminta aparat tidak hanya melakukan penertiban di lapangan, tetapi juga mengusut pemodal, pemilik alat berat, operator, serta pihak-pihak yang diduga berada di belakang aktivitas PETI.

Baca Juga :  Momentum Bulan Ramadan, Mba Ratna Kembali Berbagi dengan Masyarakat Bulangita

Satgas PW investigasi berharap persoalan PETI tidak hanya dilihat dari sisi aktivitas pertambangan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan warga.
Jangan sampai aktivitas pertambangan yang dilakukan segelintir pihak justru membuat masyarakat yang menggantungkan hidup dari pertanian kehilangan akses terhadap air dan lahan produktif.

TIM: Satgas PW investigasi