GERAK.ID – Masyarakat penambang rakyat di Kabupaten Pohuwato kembali mengeluhkan sulitnya menjual emas hasil tambang mereka. Dalam tiga hari terakhir, para penambang mengaku tidak dapat menjual emas karena tidak ada pembeli yang beroperasi.
Salah seorang penambang, Yuriko Dai, mengungkapkan kebingungannya atas kondisi tersebut. Ia mengatakan, aktivitas menambang merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka, sehingga ketika emas tidak bisa dijual, mereka tidak memiliki pemasukan.
“Sebentar lagi sudah mau Lebaran. Kami harus bayar zakat fitrah dan beli baju baru untuk anak-anak, tapi tidak tahu harus ambil uang dari mana,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Kisman Hamid, warga Desa Buntulia Tengah. Ia mengaku sejak pagi berkeliling membawa emas untuk dijual, namun seluruh toko pembeli emas tutup.
“Dari pagi kami keliling cari pembeli, tapi tidak ada yang buka. Semua toko tutup,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya mencarikan solusi atas permasalahan itu.
Menurutnya, dana yang digunakan penampung emas di daerah berasal dari Surabaya. Namun hingga saat ini, dana tersebut belum dikirim karena pemilik modal di sana sedang berurusan dengan pihak berwajib.
“Uang penampung emas di sini berasal dari Surabaya. Mereka belum mengirim dana karena bos besar di sana sedang ada urusan dengan pihak berwajib. Kami masih menunggu kejelasan dari sana sambil terus mencarikan solusi,” jelasnya.
Hal senada juga dibenarkan Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, pemilik modal di Surabaya belum menyalurkan dana kepada para penampung emas di daerah karena sedang menghadapi persoalan hukum.
Ia menambahkan, kondisi ini tidak hanya berdampak di Pohuwato, tetapi juga memengaruhi wilayah Gorontalo secara keseluruhan hingga Makassar. Para pelaku usaha disebut khawatir akibat adanya kasus penangkapan terkait jual beli emas.
“Dampaknya bukan hanya di Pohuwato, tapi juga sampai Gorontalo dan Makassar. Mereka khawatir karena ada kasus penangkapan terkait jual beli emas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Beni menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah cepat agar persoalan tersebut bisa segera teratasi dan para penambang dapat kembali menjual emas mereka seperti biasa.
“Saat ini kami berada di Jakarta dan akan menemui Pak Syarif Mbuinga untuk mencarikan solusi. Kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat,” pungkasnya.














Leave a Reply
View Comments