GERAK.ID – Sekilas, thrifting dan preloved kelihatan mirip karena sama-sama berurusan dengan barang bekas.
Tapi sebenarnya, keduanya punya perbedaan yang cukup jelas, terutama soal asal barang dan pengalaman belanjanya.
Banyak orang yang masih suka tertukar antara thrifting dan preloved, padahal cara kerjanya beda banget.
Thrifting lebih dikenal sebagai aktivitas berburu pakaian bekas di tempat-tempat seperti pasar loak, toko secondhand, atau thrift store.
Barang yang dijual biasanya datang dari berbagai sumber, bisa dari luar negeri, donasi massal, atau hasil lelang.
Makanya saat thrifting, sensasinya kayak berburu harta karun, karena kamu nggak pernah tahu baju seperti apa yang akan kamu temukan.
Kondisi barangnya juga bervariasi, ada yang mulus seperti baru, ada juga yang butuh sedikit perbaikan. Di dunia thrifting, pilihan lebih banyak, tapi kamu harus siap-siap lebih jeli dan telaten memilah.
Sementara itu, preloved lebih fokus pada barang yang pernah dimiliki secara pribadi oleh seseorang dan kemudian dijual kembali.
Barang preloved biasanya punya cerita, karena sebelumnya dipakai dengan penuh perhatian. Misalnya, seseorang menjual tas branded miliknya yang masih bagus karena sudah bosan, atau baju pesta yang hanya dipakai sekali kemudian dilepas ke tangan baru.
Barang preloved umumnya lebih terkurasi, kualitasnya lebih terjamin, dan biasanya pemilik sebelumnya akan jujur soal kondisi barang, termasuk kekurangannya.
Jadi pengalaman membeli preloved lebih terasa seperti transaksi personal antara pemilik lama dan pemilik baru.
Bedanya juga terasa dari sisi harga. Barang thrift bisa jauh lebih murah, apalagi kalau kamu pintar menawar atau nemu stok yang belum banyak dipilih orang.
Sementara barang preloved, apalagi kalau dari brand terkenal dan kondisinya nyaris sempurna, harganya bisa tetap tinggi meskipun sudah bekas.
Namun, tetap saja, dibandingkan beli baru, preloved menawarkan alternatif yang lebih ramah di kantong.
Keduanya, baik thrifting maupun membeli preloved, punya daya tarik masing-masing. Thrifting cocok buat yang suka tantangan dan ingin tampil beda dengan gaya unik.
Sedangkan preloved pas banget buat yang cari barang spesifik, bermerek, dan ingin kualitas tinggi tanpa harus bayar harga retail.
Pada akhirnya, baik thrift maupun preloved sama-sama mengusung semangat reuse — memperpanjang umur barang, mengurangi sampah fashion, dan mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Terserah kamu mau pilih berburu di tumpukan thrift store atau menemukan barang impian di preloved shop, yang jelas dua-duanya keren dan punya nilai lebih dibandingkan membeli baru terus-menerus.
Leave a Reply
View Comments